Translate

Tuesday, December 17, 2013

Yes, I’m the “stupidest” one.


Hai! Udah lama enggak ngepost dan kali ini saatnya ngepost lagi J. Sebenernya cerita Cuma iseng belaka dan hanya untuk seru-seruan. Jadi mohon maaf kalo ada yang kesindir hehehe. READY? GO! /apasihHahaha
Ya! Gue adalah seorang remaja biasa yang kayak lo semua. Sekarang gue duduk dibangku SMA. Dan… kebetulan gue ikut program aksel. Ya lo tau kan sekolah yang lulus gak sebagaimana mestinya wkwk. Karena sibuk banget jadi harus mati-matian. Kalo dikelas mungkin gue bisa dibilang “bodoh” padahal waktu SMP gue gak dibilang “bodoh” (INGET INI CUMA FIKTIF LOL) gue juga suka juara dikelas hahaha. Ada pada suatu saatnya gue lagi ulangan dan nilai gue kecil sendiri? Misalnya gue dapet 60 dan yang lain 80. Heran gak? Jaman SMP gue juara kelas tapi SMA dapet nilai kecil? Ini dia intinya….. kenapa gue kasih tanda (“). Jadi….. mungkin karena saking stress nya mereka frustasi dan mereka melewati semua ulangan dengan nyontek atau pun OB(Open Book). Ya.. itulah hasilnya mereka dapet nilai bagus dan gue jelek karena gue kurang suka sama yang namanya nyontek (bijakkk wakakak). Dan itulah kenapa gue bilang gue adalah anak yang”bodoh”. Karena setiap ulangan ya begitu.

Udah ah capek, inget cerita tersebut Cuma iseng dan bisa dibilang fiktif-_-


Thursday, February 28, 2013

Forever Alone? Of Course NOT!


Story By: Ghifari Surya Satria

Semua berawal dari nyokap gue, dia punya sahabat sejati. Sahabat dia sejak kecil. Asal kalian tau sampai sekarang mereka masih bersahabat.
Ketika itu mereka mau lahiran gue. Gue juga gatau kenapa bisa bersamaan. Anaknya sahabat nyokap gue itu sekarang sahabat gue. Semua pengalaman yang mudah maupun susah kita jalani bersama, gue udah anggap dia adik malah. Dia orangnya asik, dan yang paling menarik, gak pernah menyerah. Ya, Geeza namanya. Kita hampir tidak pernah bertengkar. sampai sekarang cuman 2 kali, itupun cuma gara gara hal sepele. Rebutan makanan waktu kecil.
Dari TK-Kuliah kita pun bareng. Waktu SMA kita selalu berlomba-lomba dalam ranking. Kalo enggak 1 ya 2, kita emang kompak hahaha. Sekarang kita udah kuliah, jurusan kita sama, ya emang karena hobby kita sama. Yaitu Kedokteran.

Hari ini udah siang, baru aja kami selesai dan pulang dari kampus. Orang tua kita kayaknya sibuk, maka dari itu kami memutuskan untuk cari makan diluar. Untung gue udah izin nyokap.
Makanan yang kita beli bener bener enak plus minum es siang siang.

Sesampainya dirumah gue langsung istirahat, untung besok gak ada kelas kuliah.
Besok paginya gue telfon Geeza. Niatnya mau ngajak keluar, tapi gatau kenapa gak diangkat angkat. Pas ditelfon ke nomor rumahnya ternyata dia sakit kata nyokapnya. Gue langsung kerumah dia. "Gee? Lo sakit? sakit apa?", "Gatau nih Tom, kecapekan kali", "Kedokter aja yuk, gue bawa mobil tuh.", "Duh, gimana ya mager nih", "Udaaahh, ayo cepet! (nyeret Geeza)", "iyaiyaiya".

"Duh, lama banget si Gee, ada apa ya? perasaan gue jadi gak enak". "kreek" gagang pintu dibuka sama suster, gue diizinin masuk. Dokter langsung bilang "Nak, sahabatmu ini terkena penyakit serius sejak 3 tahun lalu, mungkin tahun lalu belum terlalu serius penyakitnya." "Umm... penyakit apa ya dok?" "tapi kamu jangan kaget dulu ya." "Semoga enggak Dok" "Kanker" "HAH?" kaki gue rasanya mau copot, hampir pingsan, mata udah kunang kunang. Air mata netes dengan sendirinya. Gue langsung Speechless Gatau mau ngomong apa. "Nak, saya mohon kamu beritahu tahu orangtuanya" "Ba..bba..baik dok" "Oiya, jangan lupa buat sahabatmu ini senang, dia cuma bisa bertahan 4 bulan lagi." "Setalah denger apa yang dokter bicarain, air mata makin keluar banyak, gue langsung cari tempat duduk sambil termenung." "Halo Tan, itu..itu…” “Itu apa?” “Gee..” “Gee kenapa?” “Gee sakit” “sakit apa? Demam biasa kan?” “bukan tan penyakit serius” “yang bener kamu? Serius gimana? Serius dirawat dirumah sakit?” “iya… Gee…Gee kena kanker!” “Apa?!” Keliatannya nyokap Gee nangis. “Iya tan, tinggal 4 bulan lagi kita bias menghabiskan waktu waktu kita sama dia” “Yaampun Geeza…. Kena kanker” “yang tabah ya tan” “I…i…iy…iya…” nyokap Geeza Keliatannya sedih banget.

*3 bulan kemudian*

Yaaampun 1 bulan lagi gue sama Gee, gak kebayang kalo dia gak ada. Kondisi dia makin parah. Gak tega banget liat dia. Gue Cuma bias dem nungguin dia di rumah sakit. Besok pagi gue bangun dari sofa. Biasanya Gee udah bangun, dia emnag kalau bangun pagi banget, tapi sekarang gue duluan yang bangun. Mungkin dia capek. Gue berusaha bangunin dia, tapi kenapa mukanya pucat? Tangannya dingin kaku. Gue langsung telfon suster. Pas di check dia udah ninggalin kita duluan, he has passed away, Semua orang, keluarga, temen sedih. Apalagi saat pemakaman gue udah mau putus asa, gatau mau ngapain lagi. I think I’ll be FOREVER ALONE. Tapi banyak temen gue yang semangatin, ada Tuhan di sisi gue. Tuhan pasti rencanain yang terbaik. 1 bulan kemudia gue dapet 3 sahabat baru, sifatnya sama kayak Geeza. Ya, gue seneng banget bias dapet sahabat baru, walaupun dari lubuk hati paling dalem gue masih inget sama Gee, tapi… ini sudah jadi rencana Tuhan.

“I know God always give the best plans for us. And don’t forget if God always Beside us. TRUST ME! J

Thursday, January 3, 2013

Invitation

Story By: Ghifari Surya Satria


Suhu kota L.A saat ini 13 derajat Celcius. Ya cukup hangat bagiku untuk melakukan kegiatan sehari-hari. 13 Derajat saja bener bener tumben banget. Biasanya mungkin bisa sampai 4 Derajat. hari-hariku dimulai dengan cukup semangat, karena aku akan diajak jalan-jalan ke luar kota, hmm...walaupun hanya New York yang sudah sering ku kunjungi. ya... tapi lumayan lah untuk sekedar refreshing.

Sudah jam 8 pagi, ayahku Robert sudah meneriaki ku untuk bersiap-bersiap, padahal aku sudah siap dari tadi jam 7. Ya... sambil menunggu, aku suka chatting-an. Suara klakson sudah bunyi, aku bergegas turun dari lantai 2, tepatnya kamarku sambil mengunci handphone.

Hmm...sepertinya cuaca hari ini baik, dan tidak ada macet. Ada kemungkinan aku bisa sampai lebih cepat. Lumayan menghemat waktu.

Aku sudah tiba di New York, suasana ramai. Banyak sekali para Tourist yang sedang berlibur. Robert langsung mengajak ku keliling kota, melihat suasana kota New York sekarang. Maklum, sudah 4 tahun tidak kesini.

"Kamu Gregory Steve Evans?" suara itu mengagetkan ku saat aku sedang mencuci tangan sehabis makan di Asian Restaurant. Aku langsung mengalihkan mataku yang sedang fokus mencari sabun. "Iya, panggil saja Greg. Bagaimana kau tahu?" "kau tidak ingat, aku ini Franch!" "Franch?" aku kebingungan sambil mengkerutkan dahi. "Ya! Franch Paige, kita bertemu saat 4 tahun lalu dipantai saat summer!" "Oh, aku ingat. kita bermain dan berenang bersama bukan?" "ya ya ya akhirnya kau ingat hahaha". Aku berusaha untuk tidak membalas ketawa.

"Siapa itu Greg?" "Teman, 4 tahun lalu saat summer" "Oiya, ayah ingat. Franch ya?" "Betul om" sapa Franch ramah. Aku berniat  menginap di hotel malam ini. kebetulan didepan hotel itu banyak tempat perbelanjaan. Jadi lebih mudah jika aku perlu sesuatu. Aku akan menginap selama 2 minggu. Bersama Franch, ayah mengajak. Lumayan ada teman, walaupun sebenarnya sangat amat membosankan.

Keesokan paginya aku dan Franch akan berenang yang berada dilantai dasar hotel. Membosankan, banyak orang. Padahal masih jam 6 pagi. Untung Restoran sudah buka, jadi aku gampang jika haus. Rencana hari ini aku akan beli sepatu baru bersama Franch. Kita tinggal menyebrang kedepan karena mall sudah didepan mata. Robert masih tidur, mungkin dia lelah menyetir jauh keluar kota dari New York. Tapi aku sudah meninggalkan sepucuk surat dari robekan kertas note didalam tas ku.

Aku sudah dapat sepatunya, sedangkan Franch masih kelihatan kebingungan mencari sepatu. Dia memang begitu, susah mencari suatu pilihan. Saat ia menunduk rambut Blonde nya tergerai. Banyak wanita yang tertarik dan menganggap ia itu cool. Tiba-tiba ada satu wanita berambut cokat dan bermata biru. Aku tertarik melihatnya, ia dengan PD ingin berkenalan dengan kami. "Hai! siapa nama kalian?" "Aku Greg, nah, ini teman ku Franch" "Hello Greg, Franch" "kelihatannya Franch bingung ya? kayaknya bagusan yang ini deh, warna biru cocok banget, gimana?" "Boleh" saut Franch. "Ayo ke kasir cepat, kayaknya mau hujan". "Kamu ini sebenarnya siapa?" tanyaku bingung. "Oiya! lupa ngasih tau, hehe. Aku Isabella. Panggil aja Bella udah cukup kok" "Terus kamu ketemu kita untuk apa?" "Aku cuma mau ngasih undangan ini. Aku pikir kalian orangnya asik, makanya aku undang, mau kan?" "Oke, aku lihat dulu ya. Boleh minta nomor telfon?" "Oh, ini kartu namaku" "Okay".

Aku memutuskun untuk datang ke acara undangan Bella. Beruntung Robert mengizinkan. Sesampainya disana, kami terkejut karena dikejutkan oleh teman-teman yang lain. Kami merasa senang. Bella mengajakku makan berdua, sedangkan Franch sibuk dengan Wine dan berdansa mengikuti beat lagu yang asik. Aku suka dengan Bella, tapi aku tidak yakin kalau ia juga suka. Makanan kali ini makanan favorite ku, chicken sausage cheesy PIZZA. Saat potongan terakhir, Bella memberiku hadiah, dia mengungkapkan perasaan hatinya padaku sebelum aku berbicara. Padahal aku akan berbicara pada dia seusai makan. Akhirnya kami berdua Jadian. Betapa senangnya hatiku, rasanya ingin terbang.

Franch datang menghampiri kami. Dia senyum malu-malu, seakan menahan tawa. "Franch? ada apa?" kataku malu. "Congrats to you all!!!" "Hahaha, thank you so much" balas Bella. Aku hanya senyum kecil. "Sebenarnya......." "Sebenarnya apa Franch?" "Aku itu adik Bella!!! HAHAHA" Franch tertawa bahagia. Aku kesal dan sedikit senang.

This is the most beautiful day, I dated Bella. And unbelievable! Franch is Bella's Brother! OH my God, Weird. So, we go back to hotel and we'll meet next :)

THE END